Welcome to our website

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. ed ut perspiciatis unde omnis iste.

Minggu, 04 April 2010

Perilaku Pelanggan

Perilaku Pelanggan
Orang mengenal tiga cara pendekatan pokok terhadap pengembangan
teori psikologi tentang perilaku pembeli/pelanggan, yaitu cara pendekatan
eksperimental, klinikal, dan gestalt.
a. Eksperimental
Psikologi eksperimental telah memusatkan perhatian pada eksistensi
fi siologikal atau kebutuhan-kebutuhan tubuh sebagai kekuatan-kekuatan
motivasional eksperimen-eksperimen dilakukan terhadap manusia dan
hewan.
b. Klinikal
Pada psikologi klinikal, rangsangan-rangsangan dimulai dari analisis
dasar karena sewaktu-waktu mereka dimodifi kasi oleh kekuatan-kekuatan
sosial.
c. Gestalt
Psikologi gestalt yang sering pula dinamakan psikologi sosial, menganggap
individu dan lingkungannya sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat
dibagi. Dan perilaku individual ditujukan ke arah berbagai macam tujuan.
Masing-masing ”approach” membantu pemahaman kita tentang perilaku
manusia, tetapi hingga kini belum ada teori psikologikal tunggal tentang
motivasi konsumen yang cukup memuaskan dalam hal menerangkan
perilaku pembeli.

Persiapan Desain Toko

Persiapan Desain Toko
Sesudah memilih lokasi yang cocok, maka langkah selanjutnya adalah
menyiapkan bangunan/ruangan yang akan dipakai, meliputi:
a. Membangun peralatan gedung baru atau mengubah yang sudah ada
agar sesuai dengan kebutuhan.
b. Menyediakan peralatan penerangan yang memadai, mencat dinding
dan fl afon, dengan warna yang cerah, dan memberi karpet/memasang
keramik yang sesuai.
c. Mendapatkan perabot dan peralatan/equipment/fi xtures yang essensial
(sesuai) untuk menyelenggarakan bisnis.
d. Mengatur penempatan barang-barang di rak sedemikian rupa, sehingga
pelanggan dapat dilayani dengan cepat dan memuaskan, dengan
biaya-biaya serendah mungkin (efektif, efi sien dan ekonomis).
Pengaturan barang dagangan yang serasi atau harmonis, akan
menimbulkan suasana nyaman kepada lingkungan para pegawai toko dan para
pembeli. Sebaiknya ruangan toko yang akan menyimpan barang dagangan
terbagi menjadi beberapa ruangan berikut sasarannya yang menunjang di
dalam pengaturan barang dagangan. Sebaiknya di dalam pengaturan barang
dagangan di dalam ruangan toko, adalah sebagai berikut.
a. mempunyai kamar administrasi,
b. mempunyai kamar/ruangan keamanan,
c. selain serasi atau harmonis juga mempunyai ventilasi,
d. mempunyai ruangan etalase yang cukup luas dan menarik. Tempatkanlah
etalase, di mana setiap orang yang lewat bisa melihatnya. Etalase
merupakan wajah dari toko, maka aturlah wajah sedemikian rupa supaya
kelihatan menarik, supaya setiap orang yang lewat meliriknya dan akhirnya
tertarik untuk masuk ke dalam toko,
e. sebaiknya di ruangan toko, mempunyai ruang informasi, advis dan tempat
penitipan barang-barang,
f. di ruangan toko, mempunyai ruang coba (fi tting room),
g. di dalam ruangan toko, ada ruang tunggu yang menyenangkan pembeli,
h. di ruangan toko, ada kamar kecil (WC/Toilet/Rest room),
i. mempunyai ruang pamer yang merupakan tempat untuk menata atau
memamerkan barang dagangan,
j. mempunyai ruang tempat penyimpanan barang (running stock),
k. pasanglah pengatur suhu udara (AC) dan diberikan pengharum ruangan
serta Tape Recorder dengan lagu-lagu yang sesuai dengan situasi dan
kondisi.

Persyaratan Pemajangan Barang Yang Baik

Persyaratan Pemajangan Barang Yang Baik
1. Mudah dilihat. Setiap barang harus dapat terlihat merek, ukuran, dan
gambarnya menghadap ke depan.
2. Mudah dicari. Dengan pengelompokan barang yang baik akan
mempermudah pembeli mencari barang.
3. Mudah diambil. Barang-barang yang paling atas harus mudah
terjangkau oleh pembeli.
4. Menarik. Penempatan barang harus memperhatikan jenis, ukuran,
warna dan bentuk barang, sehingga barang-barang yang dipajang
seluruhnya dapat tampil dengan baik. Kombinasi harus diatur dengan
baik dengan acuan kombinasi warna pelangi.
5. Aman. Barang-barang makanan dan minuman hendaknya dipisahkan
dengan yang bukan makanan terutama yang mengandung racun
maupun berbau tajam untuk menghindari kontaminasi.

Promosi

Promosi
Promosi adalah merupakan kegiatan dalam bidang pemasaran barang dan
jasa dengan tujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan omzet penjualan
barang. Dengan perkataan lain, promosi itu adalah salah satu cara untuk
memperkenalkan barang atau gagasan yang dibiayai oleh sponsor dalam
rangka menarik calon konsumen agar mereka mau melakukan pembelian.
Sedangkan timbulnya promosi adalah sebagai akibat adanya buyer’s
market, artinya barang-barang produksi perusahaan mencari para pembeli.
Sehingga dengan adanya promosi berarti perusahaan berusaha mengerahkan
untuk menarik para konsumen agar mau melakukan pembelian terhadap
barang-barang.
Perusahaan modern mengelola suatu system komunikasi pemasaran yang
kompleks. Perusahaan berkomunikasi dengan perantaranya, pelanggan, dan
publik. Konsumen berhubungan dalam komunikasi mulut ke mulut dengan
konsumen lain dan publik. Sementara itu, setiap kelompok memberikan timbal
balik komunikasi kepada kelompok lainnya.
Bauran-bauran promosi terdiri dari lima kiat utama:
• Periklanan: semua bentuk presentase nonpersonal dan promosi ide, barang
atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran
• Pemasaran langsung: Penggunaan surat, telepon dan alat penghubung,
nonpersonal lainnya untuk berkomunikasi dengan atau mendapatkan
respon dari pelanggan dan calon pelanggan tertentu.
• Promosi penjualan: Insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan
mencoba atau pembelian produk atau jasa.
• Hubungan masyarakat dan publisitas: Berbagai program yang dirancang
untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk
individualnya.
• Penjualan personal: Interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli
dengan tujuan melakukan penjualan.

Prosedur Pemberian Kredit

Prosedur Pemberian Kredit
Sebelum debitur memperoleh kredit terlebih dahulu harus melalui tahapantahapan
penilaian mulai dari pengajuan proposal kredit dan dokumen-dokumen
yang diperlukan, pemeriksaan keaslian dokumen, analisis kredit sampai dengan
kredit dikucurkan. Tahapan-tahapan dalam memberikan kredit ini kita kenal
prosedur pemberian kredit. Tujuan prosedur pemberian kredit adalah untuk
memastikan kelayakan suatu kredit, diterima atau ditolak. Dalam menentukan
kelayakan suatu kredit maka dalam setiap tahap selalu dilakukan penilaian
yang mendalam. Apabila dalam penilaian mungkin ada kekurangan maka pihak
bank dapat meminta kembali ke nasabah atau bahkan langsung ditolak.
Adapun prosedur pemberian kredit oleh badan hukum sebagai berikut:
a. Pengajuan Proposal
b. Penyelidikan Berkas Pinjaman
c. Penilaian Kelayakan Kredit
d. Wawancara Pertama
e. Peninjauan ke Lokasi
f. Wawancara Kedua
g. Keputusan Kredit
h. Penandatanganan Akad Kredit/Perjanjian Lainnya
i. Realisasi Kredit

Proses Penentuan Kredit

Proses Penentuan Kredit
Dalam Perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha melalui prosedur yang
telah ditetapkan, penentuan kredit dilakukan oleh petugas bagian kredit yang
biasanya dilakukan di bawah pengawasan Departemen keuangan, tugas bagian
kredit pada dasarnya menentukan tingkat kelayakan kredit yang harus diberikan
kepada pelanggan atau calon pelanggan yang diajukan oleh bagian order penjualan,
kegiatan bagian kredit adalah mengidentifi kasi pelanggan, menganalisa kelayakan
pemberian kredit dan menentukan besarnya kredit yang diberikan pada umumnya
pemberian kredit adalah berdasarkan hasil penilaian dari perusahaan tersebut
terhadap pemohon kredit mengenai berbagai aspek, yaitu antara lain meliputi segi
pribadi, keahlian dan kemampuan pemohon kredit dalam mengelola kredit yang
diberikan rencana penggunaan kredit yang diminta beserta rencana pembayaran
kembali kredit tersebut, posisi dan perkembangan fi nansial dari pemohon kredit
di waktu-waktu yang lalu. Dalam pendanaan kepada nasabah dalam bentuk
pemberian kredit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan
penilaian kredit, oleh karena layak tidaknya kredit yang diberikan akan sangat
memengaruhi stabilitas keuangan bank. Menurut Rahardja (1997), penilaian kredit
harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
1. Keamanan kredit (safety). Harus benar-benar diyakini bahwa kredit tersebut
dapat dilunasi kembali.
2. Terarahnya tujuan penggunaan kredit (suitability). Kredit akan digunakan untuk
tujuan yang sejalan dengan kepentingan masyarakat atau setidaknya tidak
bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
3. Menguntungkan (profi table). Kredit yang diberikan menguntungkan bagi kreditor
maupun bagi nasabah.
Menurut Sinungan (1993), metode lain yang dapat digunakan untuk menentukan
nilai kredit adalah dengan menggunakan formula 4P, yaitu:
1. Personality
2. Purpose
3. Prospect;
4. Payment.
Dalam dunia perbankan kita mengenal adanya pedoman ”3 R” dan ”5 C”
dalam pemberian kredit di samping syarat-syarat kredit yang biasa, misalnya segi
yuridisnya.
Adapun pedoman ”3 R” dalam penilaian penggunaan kredit adalah:
1. Returns
Returns menunjukkan hasil yang diharapkan dapat diperoleh dari
penggunaan kredit tersebut. Dalam hubungan ini perusahaan harus dapat
menilai bagaimana kredit yang diperoleh dari akan digunakan oleh perusahaan
pemohon kredit. Persoalannya di sini adalah apakah penggunaan kredit
tersebut akan menghasilkan ”returns” atau hasil pendapatan yang cukup untuk
menutup biayanya.
2. Repayment capacity
Perusahaan harus menilai kemampuan pelanggan sebagai pemohon kredit
untuk dapat membayar kembali pinjamannya (repayment capacity) pada saatsaat
di mana kredit tersebut harus diangsur atau dilunasi.
3. Risk bearing ability
Perusahaan pemberi kredit pun harus menilai apakah perusahaan pemohon
kredit mempunyai kemampuan cukup untuk menanggung risiko kegagalan atau
ketidakpastian yang bersangkutan dengan penggunaan kredit tersebut. Dalam
hubungan ini perusahaan pemberi kredit harus mengetahui tentang jaminan
apa yang dapat diberikan atas pinjaman tersebut oleh perusahaan pemohon
kredit.
Adapun pedoman ”5 C” yaitu:
1. Character
Ini menyangkut segi pribadi, watak dan kejujuran dari pimpinan
perusahaan dalam pemenuhan kewajiban-kewajiban fi nansialnya.
2. Capacity
Ini menyangkut kemampuan pimpinan perusahaan beserta stafnya,
baik kemampuan dalam management maupun keahlian dalam bidang
usahanya. Kemampuan tersebut diukur dengan data-data fi nansiil di waktuwaktu
yang lalu.
Berdasarkan kemampuannya dalam melaksanakan perusahaannya di
waktu-waktu yang lalu. Pemberi kredit akan dapat menilai kemampuannya
untuk melaksanakan rencana kerjanya di waktu yang akan datang dalam
hubungannya dengan penggunaan kredit tersebut.
3. Capital
Ini menunjukkan posisi fi nansiil perusahaan secara keseluruhan yang
ditunjukkan oleh rasio fi nansiilnya dan penekanan dan komposisi ”tangible
not worth” nya. Perusahaan pemberi kredit harus mengetahui bagaimana
perimbangan antara jumlah hutang dan jumlah modal sendirinya.
4. Collateral
Ini menunjukkan besarnya aktiva yang akan diikatkan sebagai jaminan
atas kredit yang diberikan. Dalam hubungan ini pemberi kredit dapat minta
agar aktiva yang dijadikan jaminan itu diasuransikan. Di samping jaminan
kredit, perusahaan pemberi kredit dapat menempatkan syarat-syarat
tambahan untuk pengamanan kreditnya (convenants), yaitu antara lain
berupa:
a. Asuransi dari milik-milik perusahaan/proyek;
b. Pernyataan bahwa peminjam tidak akan menjaminkan barang-barang
lainnya untuk mendapatkan pinjaman lagi dari sumber lain;
c. Pembatasan jumlah pinjaman dari sumber lain;
d. Penetapan agar perusahaan senantiasa memelihara ”net working
capital” yang cukup;
e. Persyaratan-persyaratan dalam penunjukan pimpinan perusahaan,
penambahan barang modal dan dan pembagian keuntungan.
Adapun convenants tersebut harus merupakan persetujuan bersama
antara kreditur dan debitur dan di samping itu secara fl eksibel harus dapat
ditinjau kembali apabila keadaan berubah.
5. Conditions
Pemberi kredit harus menilai sampai berapa jauh pengaruh dari adanya
suatu kebijaksanaan pemerintah di bidang ekonomi atau pengaruh dari
trend ekonomi terhadap prospek perusahaan pemohon kredit khususnya
dan prospek industri di mana perusahaan pemohon kredit termasuk di
dalamnya pada umumnya.

Publisitas (Publicity)

Publisitas (Publicity)
Pulisitas (Publicity) adalah merupakan usaha untuk merangsang permintaan
dari suatu produk secara non personal yang bersifat komersial. Tentang produk
tersebut di media cetak dan media elektronik, maupun hasil wawancara yang
ditampilkan dalam media tersebut. Cara ini sangat baik untuk memperkenalkan
perusahaan atau produk yang dihasilkan, karena publisitas dapat mencapai pembeli
yang potensial yang tidak dapat dicapai dengan advertensi dan personal selling.
Dengan penyajian berita tersebut, perusahaan dan produknya dapat menjadi
perhatian umum.
Publisitas mempunyai sifat sebagai berikut.
a. Tingkat kebenaran/kepercayaan yang tinggi, pemberitaan publisitas
dianggap sebagai suatu yang benar dan dapat lebih dipercaya, tidak bersifat
memihak.
b. Tidak disadari adanya maksud promosi yang sebenarnya. Pesan yang
disampaikan kepada konsumen melalui publisitas adalah dalam bentuk berita
dan bukan sebagai pesan komunikasi untuk maksud penjualan.
c. Penggambaran produk. Seperti advertensi, maka publisitas juga mempunyai
kemampuan untuk menggambarkan produk perusahaan dalam bentuk cerita
yang jelas.
Keuntungan dari promosi secara umum adalah memengaruhi tingkat penjualan,
sehingga keuntungan yang diharapkan perusahaan dapat meningkat, sedangkan
keuntungan promosi secara khusus adalah merupakan alat informal dalam
memperkenalkan produk perusahaannya. Lebih jelasnya keuntungan promosi itu
adalah sebagai berikut.
1. dapat meningkatkan omzet penjualan produk,
2. membentuk product motives dan patronage motives,
3. meningkatkan barang-barang perusahaan menjadi terkenal,
4. meningkatkan keuntungan atau laba perusahaan.

Rapid penetration

Rapid penetration
Strategi Rapid penetration dapat dijalankan dengan menetapkan harga barang
yang rendah, sedangkan kegiatan promosinya tinggi, adapun tujuan dari rapid
penetration adalah agar perusahaan dapat menyusup dan memasuki pasar
secepat-cepatnya, strategi rapid penetration dapat dilaksanakan dengan
menggunakan:
a) Jika umumnya pasar itu mengenal barang dan jasa dari perusahaan yang
bersangkutan.
b) Jika luas pasar cukup besar.
c) Jika biaya produksi barang per unit cenderung menurun.
d) Jika calon konsumen pada umumnya peka terhadap harga barang.
e) Jika ancaman para pesaing cukup besar.

Rapid skimming

Rapid skimming
Strategi ini dijalankan dengan menetapkan tingkat harga penjualan produk
yang tinggi dengan kegiatan promosi yang tinggi pula, mengapa perusahaan
menetapkan harga yang tinggi? dalam hal ini karena perusahaan mempunyai
tujuan ingin memperoleh laba per unit, sebelum para pesaing memasuki
pasar dengan menawarkan barang-barang yang sama, mengapa perusahaan
melaksanakan kegiatan promosi yang tinggi pula? dalam hal ini karena
perusahaan mempunyai tujuan untuk menarik calon pembeli sebanyakbanyaknya,
sebelum para pesaing memasuki pasar kegiatan promosi yang
tinggi ditujukan untuk mempercepat penerobosan pasar, strategi rapid skimming
dapat dilaksanakan dengan menggunakan:
a) Calon konsumen yang sudah mengenal barang dan jasa dari buatan
perusahaan yang bersangkutan.
b) Calon konsumen yang mempunyai kesanggupan untuk membayar harga
produk yang diminta.
c) Perusahaan yang mau membangun freferensi merek barang.
d) Perusahaan yang bersangkutan menghadapi persaingan yang sangat
potensial.

Sasaran Desain Toko

Sasaran Desain Toko
Desain toko atau showroom adalah bagian dari strategi marketing. Karena
itu kita harus mendefi nisikan lebih dulu konsumen sasaran, status sosial atau
ekonominya. Desain toko yang baik adalah desain yang menyesuaikan dengan
kondisi konsumen. Secara keseluruhan desain toko berfungsi mirip ”logo”
perusahaan. Ada ciri atau karakter tertentu. Contoh Time zone, Gramedia atau
Mc Donald. Karakter toko menjadi kata kunci yang harus dijabarkan seorang
desainer karena desain interior toko berfungsi sebagai gimmick yaitu sesuatu
yang special unik dan membuat toko tertentu menjadi lebih menonjol di banding
toko sejenis. Pada dasarnya Fungsi desain toko adalah:
a. Menciptakan citra toko
- Penampilan luar/Exterior – Fascale Store
- Pemilihan nama/logo, Store Image
- Pemilihan warna/karakter, Colour Image
b. Memberikan fl eksibilitas yang maksimal
Peralatan-peralatan toko yang dipergunakan hendaknya cukup fl eksibel
sehingga memungkinkan diadakan perubahan-perubahan di masa yang
akan datang.
c. Memudahkan pemeliharaan toko
Agar toko tetap bersih dan menarik, perlu dipikirkan cara pemeliharannya
dengan usaha yang minimal.
d. Mendukung pengamanan toko
Desain toko harus mendukung pengamanan toko dari pencurian
kemungkinan oleh pembeli maupun karyawan.
e. Memberikan kenyamanan berbelanja
Harus memberikan kemudahan bagi pembeli yang masuk dan keluar toko,
dapat mengundang orang untuk berani masuk ke dalam toko.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes