Welcome to our website

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. ed ut perspiciatis unde omnis iste.

Jumat, 15 Oktober 2010

Macam/jenis Media Iklan

Macam/jenis Media Iklan
a. Advertensi cetak (print advertising), adalah berupa iklan pada harian surat kabar atau majalah.
b. Advertensi elektronik (electronic advertising), adalah berupa iklan melalui siaran radio dan televisi.
c. Transit advertensi, misalnya bulletin, poster, sticker, dan lain-lain.
d. Kiriman langsung (direct mail) adalah berupa barang cetakan yang dikirim langsung dengan pos kepada calon pembeli.
e. Advertensi khusus (specialty advertising), adalah segala macam barang, berupa hadiah atau pemberian dengan cuma-cuma.
f. Advertensi di luar rumah (outdoor advertising), adalah berupa papan reklame atau poster.

Komunikasi Bisnis

Komunikasi Bisnis
Keahlian seorang penjual dalam berkomunikasi melupakan alat promosi untuk memengaruhi minat calon pembeli dalam berbelanja, komunikasi adalah proses untuk memperoleh pengertian yang sama, menurut Willam C.H. Imstreet dan Wayne Murlyn Batty, dalam Business Communicatian: Principles and Method, Komunikasi adalah suatu proses pertukaran komunikasi bisnis adalah komunikasi yang dilakukan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal. Kegiatan yang dilakukan oleh komunikator bisnis/komunikasi pemasar adalah merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak untuk pihak yang lebih baik.
Efektivitas komunikasi bisnis, seperti halnya jenis komunikasi lainnya ditentukan beberapa hal:
1 Persepsi. Komunikator harus dapat memprediksi apakah message yang disampaikan dapat diterima komunikan.
2 Ketepatan. Komunikan atau audience memiliki kerangka piker. Agar komunikasi yang dilakukan tepat sasaran, komunikator perlu mengeksperikan hal yang ingin disampaikan sesuai dengan kerangka piker komunikan.
3 Kredibilitas. Dalam berkomunikasi komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bawah komunikan dapat dipercaya. Sebaliknya dia juga harus bisa mendapatkan kepercayaan dari komunikan.
4 Pengendalian. Dalam komunikasi, komunikan memberikan reaksa/umpan balik/ feedback terhadap pesan yang disampaikan. Reaksi ini harus bisa diantisipasi sekaligus dikendalikan oleh komunikator sehingga tidak melenceng dari target komunikasi yang diharapkan.
5 Kecocokan. Komunikator yang baik selalu dapat menjaga hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan komunikan.

Kelemahan dan kelebihan media advertensi yang sesuai dan karateristik barang

Kelemahan dan kelebihan media advertensi yang sesuai dan karateristik
barang
a. Kelemahan media advertensi:
1 Advertising tidak fl eksibel, hal ini disebabkan karena pesan-pesan yang disampaikan adalah bersifat standar, sehingga sulit untuk menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan serta perbedaan yang terdapat pada tiap konsumen.
2 Informasi yang diberikan advertising sifatnya terbatas, mengingat adanya biaya yang tinggi, sehingga pesan yang disampaikan hanya singkat. 3 Cara memengaruhi konsumen pada advertising dilakukan secara tidak langsung, sehingga feedback biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.
b. Kelebihan media advertensi:
1. Penghematan biaya.
Dengan advertensi sekaligus dalam waktu serentak dapat mendatangi konsumen (pembaca) dalam jumlah besar.
2. Dapat mencapai sasaran yang dimaksud
Misalnya memasang advertensi yang ditujukan kepada koperasi batik di majalah batik (atau mingguan batik).
3. Selalu mengingatkan kepada pembeli/calon-calon pembeli.
Ini disebabkan oleh permanennya tulisan, gambar, atau booklet dan sebagainya yang setiap saat dapat dilihat atau dibaca.
4. Membentuk produk motivasi atau patronage motives.
Dengan advertensi itu orang diberi alasan untuk diarahkan untuk membeli barang tertentu atau kepada toko tertentu.

Karakteristik Penjual

Karakteristik Penjual
Menurut Sutamto (1986), karakterisitik tenaga penjualan dapat dibagi menjadi:
1. Sikap
Sikap yang baik adalah dengan berdiri detigan posisi yang tegak, tidak bersandar pada etalase atau benda-benda lainnya. Karena dengan sikap ini akan memberikan kesan kepada pembeli bahwa penjual selalu siap untuk menolong dan melayani pembeli dengan penuh semangat. Sehingga ini merupakan awal yang menyenangkan bagi langganan.
2. Air muka
Sebagai penjual harus memerlihatkan air muka yang tetap ramah, relaks dan tidak tegang. Bersikap seolah-olah penjual adalah manusia yang tetap gembira. Usahakan jangan sampai rasa jemu tampak pada air muka.
3. Suara dan Bahasa
Berbicara dengan jelas, tegas dengan tutur kata yang sopan. Jangan berbicara yang kurang baik, kasar dan bertele-tele, jangan menjeritjerit atau melakukan setengah berteriak, jangan berbisik-bisik, serta tunjukkanlah berbicara yang sewajamya atau tidak dibuat-buat. Selama berbicara selalu menghadap ke arah pembeli, jangan cepat-cepat
memutus pembicaraan dan jawablah segala sesuatunya dengan tepat.
Selain itu, perhatikan nada suara. Berusahalah untuk dapat berbicara dengan nada yang meyakinkan.
4. Pakaian
Pakaian harus tampak bersih, rapi, sopan dan tampak terpelihara, tidak ada kancing yang terlepas, kain yang sobek atau kusut dan lain sebagainya.
Pakaian yang dikenakan harus menunjukkan selera yang baik (terutama pada toko perhiasan dan pakaian). Untuk toko pakaian, pelayannya harus menggunakan mode-mode mutakhir tetapi tidak terlalu menyolok mata.
5. Rambut
Sebaiknya rambut dipangkas praktis agar mudah memeliharanya dan selalu dapat disisir rapi. Bagi wanita, sebaiknya rambut tidak usah terlalu panjang karena dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran bekerja.
6. Tangan
Bagi toko makanan, pakaian dan perhiasan, kebersihan tangan dan kuku merupakan hal yang teramat penting untuk dipelihara. Jangan sesekali menggunakan kutek yang menyolok mata. Tangan dan kuku yang terawatt baik akan meningkatkan rasa percaya dari pelanggan.
7. Make-up
Gunakan make-up yang lembut dan sederhana dan sesuai situasi dan kondisi pekerjaan.
8. Kepribadian penjual
Kepribadian penjual yang baik ditunjukkan dengan mempunyai rasa percaya diri, kesopanan, kesabaran, kebijaksanaan, kejujuran, suka menolong, semangat, ketepatan atau kedisiplinan, ingatan dan berpikir positif, dapat mencari penyelesaian konfl ik dengan baik. Selain itu dapat merasakan apa yang dirasakan oleh pembeli dan dapat mengakui kesalahan yang dilakukannya.

Jenis iklan dan tujuannya

Jenis iklan dan tujuannya
a. Jenis iklan berdasarkan tujuannya dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Iklan informasi
Tujuan iklan informasi adalah memberitahu pasar tentang produk baru atau menganjurkan penggunaan produk baru.
2) Iklan persuasi
Tujuan dari iklan persuasi pada dasarnya adalah menggugah minat publik, sehingga dapat tercipta permintaan selektif akan merek tertentu.
3) Iklan pengingat
Tujuan dari iklan pengingat adalah mengingatkan konsumen akan produk tertentu.
4) Iklan pemantap (reinforcement)
Tujuan dari iklan pemantap adalah untuk meyakinkan para pembeli/konsumen bahwa mereka telah mengambil/memilih produk yang tepat.
b. Berdasarkan sasarannya ternyata periklanan dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.
1) Iklan langsung (Direct advertising)
Iklan langsung adalah iklan yang ditujukan langsung supaya dapat mengenai sasarannya, yaitu kepada khalayak yang mungkin membeli.
2) Iklan tidak langsung (Indirect Advertising)
Adalah iklan umum yang ditujukan secara tidak langsung sambil membantu penjualan.
3) Iklan harga (price Advertising)
Iklan barang atau jasa yang menonjolkan harga yang menarik. 4) Iklan Merek (Brand Advertising)
Iklan merek adalah iklan yang menonjolkan nama/merek/brand barang yang dijual.
5) Iklan kualitas (Quality Advertising)
Iklan kualitas adalah iklan yang menonjolkan kualitas atau mutu produk/barang yang ditawarkan.
6) Iklan Produk/Barang (Product Advertising) Iklan produk/barang adalah iklan yang memengaruhi konsumen dengan menonjolkan faedah-faedah dari pemakaian suatu barang/ produk.

Etika berkomunikasi dalam penyampaian informasi

Etika berkomunikasi dalam penyampaian informasi
Dalam menyampaikan informasi ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan yaitu:
• Menggunakan cara informasi yang paling mudah
Komunikasi akan lancar apabila tidak ada reaksi mengenai informasi yang telah disampaikan dengan kata-kata yang tidak berbelit-belit.
• Menggunakan alat komunikasi yang sederhana
Alat komunikasi dengan cara yang sederhana dengan menggunakan surat-menyurat, telepon atau bicara langsung. Adapun yang dimaksud dengan komunikasi langsung yaitu komunikasi tatap muka.
• Kesamaan pengertian
Informasi atau berita yang dikirim harus memiliki kesamaan makna dan pengertian bagi pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi. Asas ini menghendaki agar informasi atau berita yang dikirim tidak menimbulkan salah pengertian atau salah penafsiran bagi penerima berita. Interprestasi yang berbeda-beda akan terjadi bila informasi itu dikirimkan kepada lebih dari satu penerima berita yang tingkat pengetahuan dan pengalamannya berbeda-beda. Akibatnya penafsiran terhadap informasi atau berita yang diterima akan berbeda-beda pula. Dalam hal ini perlu adanya konsistensi dan ketegasan isi berita/informasi.
• Penggunaan alat komunikasi yang sederhana
Dalam komunikasi diperlukan penggunaan sarana atau media komunikasi yang sederhana. Suatu informasi atau berita yang tidak begitu penting mungkin cukup dikirim melalui surat. Akan tetapi, apabila berita itu sangat penting dan perlu segera diketahui, oleh komunikan akan lebih efektif jika dikirim melalui telepon, telex, faksimili, radio atau televisi.
• Bermanfaat dan menguntungkan
Dalam komunikasi harus diperhatikan hal-hal yang bersifat menguntungkan, baik dalam hal isi, alat, maupun cara penyampaian informasi. Asas atau prinsip ini merupakan rangkuman dari prinsip pertama, kedua, ketiga, dan keempat yang pada dasarnya menghendaki efi siensi dan efektivitas dalam berkomunikasi.
Dalam hal ini isi berita hendaknya dipilih berita-berita yang bersifat umum, aktual, dan penting. Informasi atau berita itu harus objektif kebenarannya dan up-to date (tidak basi). Sarana informasi yang dipergunakan hendaknya disesuaikan dengan kepentingan, dan kebutuhan penyampaian berita hendaknya menyampaikan tepat waktu dan situasi.
Pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi dan menggunakan alat-alat komunikasi merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pramuniaga atau tenaga penjual, karena sebagai tenaga penjualan tentunya seorang pramuniaga harus melakukan komunikasi baik dengan pembeli, rekan sekerja maupun atasan berkaitan dengan tugas pekerjaannya. Seorang pramuniaga juga harus membangun citra diri atau kepribadian yang baik dan menarik, karena pramuniaga yang merupakan ujung tombak suatu perusahaan akan menggambarkan image perusahaan kepada pembeli atau pelanggan, jika pramuniaga memiliki kepribadian yang baik dan menarik, biasanya orang sulit melupakan, hal ini juga merupakan promosi bagi perusahaan, sebaliknya jika pramuniaganya berkepribadian buruk akan merugikan perusahaan.
Karena tidak akan ada pembeli yang mengunjungi perusahaan atau toko tersebut, oleh karena itu seorang tenaga penjual/pramuniaga harus dapat memiliki keterampilan berkomunikasi agar dapat menjadi seorang komunikator yang baik. Untuk itu agar komunikasi yang dilakukan kepada pembeli dapat mencapai sasaran dalam arti pembeli akan melakukan sesuai yang diinginkan oleh penjual, maka pramuniaga sebagai pihak petugas penjualan selain harus

Cara Menjual yang Efektif dan Efisien

Cara Menjual yang Efektif dan Efisien

Herbert N. Casson, pernah berkata: ”Janganlah penjualan barang-barangmu ditujukan hanya kepada orang yang membutuhkan saja. Juga janganlah hanya ditujukan kepada orang yang tak mungkin membeli, tetapi tujukanlah penjualan barang-barangmu itu kepada tiap-tiap orang yang mungkin membeli”.

Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa penjualan barangbarang harus ditujukan kepada setiap orang yang mungkin mau membeli.

Jadi janganlah ditujukan atau ditawarkan kepada orang-orang yang tidak mau membeli, hanyalah sia-sia saja.

Pada umumnya orang mau membeli barang-barang itu yang praktis, singkat, sesuai dengan kebutuhannya, serta mencapai kepuasan. Cara membeli ini adalah sangat efektif dan efi sien. Cara membeli yang efektif dan efisien adalah sebagai berikut.

1. melihat contoh barang

2. mendengar dari kawan-kawan atau iklan

3. tertarik terhadap barang sesuai dengan keinginan

4. mengambil keputusan untuk membeli sesuai dengan kebutuhannya

5. merasa puas dengan apa yang dibelinya

Di dalam cara membeli yang efektif dan efi sien itu, setiap pembeli sebaiknya berlangsung di dalam keadaan saling pengertian antara pembeli dan penjual, serta sikap saling memberi tanggapan. Cara membeli yang efektif dan efisien, seorang pembeli harus menyesuaikan diri dan selalu bersahabat dengan seorang penjual.

Agar lebih jelas cara membeli barang yang efektif dan efi sien itu adalah yang berdayaguna dan berhasil guna dan hasilnya adalah rasa kepuasan.

Adapun proses atau prinsip membeli yang efektif dan efi sien itu, di antaranya:

1. memilih barang yang disenangi dan dibutuhkan,

2. berbicara dan menanyakan kepada penjual tentang barang yang dibutuhkan,

3. menyesuaikan situasi dengan keuangan yang ada,

4. menghargai kepada penjual yang sedang menjelaskan akan manfaat barang,

5. menanggapi setiap reaksi, saran, usul dari penjual,

6. terjadi transaksi dengan rasa puas memiliki barang.

dan berhasilguna, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Cara membeli yang efektif dan efi sien yang baik adalah yang dapat merubah tingkah laku konsumen.

1. adanya kesadaran pembeli akan adanya manfaat barang

2. adanya minat untuk membeli barang yang diinginkan

3. adanya evaluasi pembeli terhadap barang yang akan dibelinya

4. adanya percobaan pembeli terhadap barang yang akan dibeli

5. adanya keputusan untuk membeli barang

6. adanya konfi rmasi tentang barang yang sudah dibeli

Cara Mengendalikan Keberatan Pembeli

Cara Mengendalikan Keberatan Pembeli

Keberatan pembeli terhadap pembelian barang, dapat menimbulkan suatu masalah di dalam penjualan. Dalam masalah ini ada kemungkinan terjadi ketidakpuasan atau ketidaksesuaian paham antara pembeli dan penjual. Akan tetapi keberatan tersebut, harus ditanggapi dengan penuh kebijakan, karena jika tidak ditanggapi dengan baik, maka para pembeli barangnya.

Bilamana melihat ada tanda-tanda keberatan pembeli terhadap barangbarang yang dibelinya, seorang penjual harus dapat menguasai diri. Di sini seorang penjual jangan emosi dan jangan memperlihatkan ketidaksenangannya.

Di dalam menghadapi dan mengatasi keberatan pembeli seorang penjual, harus mengajak calon pembeli berbicara. Kemudian dengarkan segala keberatan dan keluhannya dengan senang, lalu ajukan beberapa pertanyaan, kemudian pengaruhi dengan anjuran.

Beberapa cara praktis mengatasi atau mengendalikan keberatan pembelinya itu:

1. Penjual harus mengetahui lebih dahulu apa keberatannya itu.

2. Dengarkan dengan baik keberatan tadi, jangan memotong pembicaraannya.

3. Ulangi segala keberatan calon pembeli dengan bahasa penjual sendiri.

4. Usahakan agar calon pembeli mengetahui akan keberatan penjual.

5. Kemudian jawablah segala keberatan tersebut tanpa berbantah.

6. Jika calon pembeli mengajukan keberatan yang bersifat umum, jawablah dengan menunjukkan ciri-ciri khusus dari barang yang bersangkutan.

7. Jangan menganggap keberatan calon pembeli itu salah.

Cara Memengaruhi Pembeli

Cara Memengaruhi Pembeli
Cara memengaruhi pembeli agar tertarik terhadap produk yang kita tawarkan haruslah dapat pembeli simpati dahulu, kita tidak mungkin langsung dapat mengadakan transaksi penjualan, DR Dale Carnegie dalam bukunya” Cara memengaruhi kawan dan memengaruhi orang lain (How to win friends and infl uence people) menyatakan ada dua belas cara untuk memengaruhi orang lain, termasuk pembeli, yaitu:
a. Salah satu cara untuk memenangkan perdebatan adalah, dengan cara tidak berdebat, artinya jangan mendebat pendapat orang lain karena itu hanya membuat orang tersinggung.
b. Hormati pendapat orang lain jangan sekali-kali menyatakan bahwa pendapatnya itu salah.
c. Jika Anda merasa salah cepat-cepat minta maaf dengan tulus.
d. Mulailah pembicaraan dengan sikap menghargai, ramah dan sopan.
e. Cobalah merubah orang agar termotivasi dengan cara mendengarkan pendapatnya.
f. Biarkan orang yang Anda hadapi yang banyak bicara.
g. Biarkan orang mengira bahwa pendapatnya tersebut memang pendapatnya, jangan menyalahkan.
h. Cobalah melihat sesuatu dari kacamata orang lain.
i. Bersikaplah simpati terhadap pendapat orang.
j. Sentuhlah perasaan orang lain yang baik-baik saja .
k. Jelaskan pendapat Anda sedemikian rupa, sehingga orang lain mempercayainya.
l. Memberikan perhatian yang tulus dan sungguh sungguh terhadap calon
pembeli.
Dengan cara melakukan hal-hal seperti yang dikemukakan di atas, maka calon pembeli tidak merasa dipaksa untuk membeli dan menganggap penjual bukan sebagai penjual, tetapi sebagai sahabat yang memahami masalah yang dihadapinya, bila proses penjualan dilakukan seperti hal tersebut di atas pembeli merasa membeli produk yang ditawarkan pramuniaga/tenaga penjual merupakan keputusannya yang tepat, sehingga pembeli merasa puas.
Seorang pramuniaga/tenaga penjualan mempunyai tugas pokok yaitu:
a. Memberikan kepuasan kepada pelanggannya (agent of service).
b. Memberikan hasil yang memuaskan bagi perusahaannya (agent of sales).

Macam-Macam Bentuk Media Iklan

Macam-Macam Bentuk Media Iklan

Media yang akan dipilih oleh perusahaan dalam pelaksanaan advertensi adalah media yang menguntungkan. Media yang dianggap menguntungkan itu bergantung pada situasi, kondisi, dan tujuan perusahaan itu sendiri. Maka dari itu perusahaan harus mengetahui sifat-sifat keuntungan dan kerugian dari macam-macam media yang akan dipergunakan.

Dewasa ini periklanan yang dilakukan oleh berbagai pihak dilaksanakan melalui media-media sebagai berikut.

1. Media cetak (surat kabar, tabloid, majalah).

2. Media elektronik (radio, televisi)

3. Media luar gedung (poster, billboard, sign, tulisan asap)

4. Media lainnya seperti:

1). Penggunaan media cetak lepas (brosur, katalog, kartu, kalender)

2). Hadiah kecil (jam, korek api, kipas kertas).

Media merupakan alat yang digunakan dalam kegiatan periklanan. Media bukanlah suatu alat penyampaian berita yang pasif, bahkan sering media itu dapat memengaruhi efektivitas beritanya. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan di dalam pemilihan media ini adalah:

1. Produk yang diiklankan.

2. Sistem distribusi produknya.

3. Editorial.

4. Kemampuan teknis media.

5. Strategi periklanan saingan.

6. Sasaran yang dapat dicapai.

7. Karakteristik media.

8. Biaya.

Dalam kenyataan kita jumpai bahwa perusahaan sering menggunakan beberapa media sekaligus dalam pengiklanannya. Misalnya, di samping menggunakan media televisi juga menggunakan media surat kabar. Hal ini dipandang perlu karena masing-masing jenis media memiliki karakteristik yang berbeda. Media televise dapat mengiklankan dengan suara dan gambar yang bergerak meskipun hanya dinikmati sebentar (beberapa detik), sedangkan media surat kabar dapat dinikmati lebih lama meskipun gambarnya tidak bergerak dan tanpa suara.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes