Sabtu, 11 Desember 2010

DUTA PEMASARAN

DUTA PEMASARAN

Pemanfaatan ‘Duta Pemasaran’ (marketing ambassador) sebagai sarana promosi, haruslah ditilik dari tiga faktor sebagai berikut:

Pertama, jika organisasi atau perusahaan memasarkan barang, jasa atau ide yang mempunyai keterikatan erat antara citra pribadi dengan citra merek, maka adanya Duta Pemasaran di samping menciptakan publisitas yang tinggi juga akan memperkuat positioning.

Kedua, usaha yang mempunyai keterkaitan dengan gaya hidup. Konsumen yang cenderung meniru gaya hidup para trendsetter-nya. Misalnya pada upacara pembukaan restoran Planet Hollywood di Jakarta Sylvester Stallon, Bruce Willis, dan Demi More hadir dengan segala atributnya sebagai trendsetter, dan secara rutin di restoran tersebut dihadirkan selebriti Hollywood. Nah, jika para trendsetter ini menunjukkan suatu kegemaran atau kecendrungan tertentu, para pengikut dan pengagumnya akan terpengaruh menerapkan gaya hidup yang menyerupai.

Memilih marketing ambassador yang berkaitan dengan gaya hidup ini tidak mudah. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih dalam memilih marketing ambassador antar lain adalah kestabilan karier, kemantapan emosi, dan reputasi dari toko pilihan. Kepopuleran saja tidak cukup sebagai pegangan untuk memilih. Apabila terjadi hal-hal negatif, seperti keruntuhan karier dalam waktu singkat, keterlibatan dalam tindakan kriminal, maka akibatnya perusahaan akan mengalami kerugian secara signifikan.

Keahlian, juga dapat dipertimbangkan sebagai duta pemasaran. Seorang dokter ternama yang menceritakan pengalaman positifnya terhadap produk, maka konsumen akan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi terhadap produk tersebut. Diharapkan kelompok profesi yang sama juga akan mencoba menerapkan penggunaan produk tersebut.

Dimensi persaingan terutama yang berkaitan dengan analisis kompetitis dan penguasaan lingkungannya menunjukkan bahwa dari segi bisnis, marketing ambassador memang mempunyai nilai tersendiri. Hal ini sejalan dengan ungkapan, “duta besar yang baik menentukan separuh dari citra negara yang dimilikinya”. Nah, citra yang separuhnya lagi tentunyabertumpu pada efektifitas dan efisiensi dari upaya-upaya pemasaran yang terarah dan terintegrasi dengan baik.


Jika materi/bahan ini berguna bagi anda silahkan copy, dan tolong anda klik iklan yang ada sebagai Donasi/sumbangan anda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes