Sabtu, 05 Desember 2009

Komunikasi dalam negosiasi

Komunikasi dalam negosiasi

Negosiasi berprinsip menghasilkan kesepakatan bijaksana yang damai dan

efi sien.artinya semakin Anda mengetengahkan standar yang adil, efi sien atau

berdasar ilmiah pada permasalahan Anda, akan semakin besar kemungkinan

Anda menghasilkan paket negosiasi yang adil dan bijaksana tanpa komunikasi,

tidak akan terjadi negoisasi. Negosiasi merupakan proses komunikasi yang

ulang-alik untuk mencapai kesepakatan bersama. Proses komunikasi bukanlah

merupakan hal yang mudah, sekalipun dilakukan oleh orang-orang yang

mempunyai latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang luas. Ada 3

(tiga) masalah besar dalam komunikasi, yaitu:

1 Tidak saling berbicara

Para negosiator mungkin tidak saling berbicara, atau paling tidak

dilakukan dengan cara yang tidak dapat dipahami. Sering kali masingmasing

pihak sudah mempunyai prasangka buruk terhadap pihak lawannya

dan tidak berusaha untuk melakukan komunikasi secara sungguh-sungguh.

Kalaupun mereka berbicara, pembicaraannya diarahkan untuk memberi

kesan kepada pihak ketiga tentang kebenaran pihaknya masing-masing,

bukannya berupaya untuk bernegosiasi yang menghasilkan kesepakatan

yang menguntungkan kedua belah pihak. Sekalipun mereka berbicara jelas

dan langsung, mereka mungkin tidak mau saling mendengarkan.

2 Komunikasi

Perhatikanlah betapa seringnya orang tidak memperhatikan apa yang

Anda bicarakan mungkin sama seringnya dengan ketidak mampuan Anda

untuk mengulangi apa yang mereka telah katakan.dalam negosiasi mungkin

Anda terlalu sibuk memikirkan apa yang akan Anda kemukakan berikutnya,

bagaimana Anda akan menanggapi hal terakhir yang disampaikan lawan

atau tentang bagaimana Anda akan menyusun kerangka argumentasi

Anda, sehingga Anda terlupa apa yang dikatakan pihak lawan. Atau Anda

lebih memperhatikan kebenaran Anda sendiri daripada kebenaran pihak

lawan. Bagi Anda tidak ada yang lebih penting selain kebenaran Anda

sendiri, yang harus diperhatikan pihak lawan. Akibatnya Anda kurang mau

memperhatikan kebenaran pihak lain, yang berakibat komunikasi tidak

terjadi.

3 Salah pengertian

Apa yang dikemukakan satu pihak diinterprestasikan pihak lain secara

keliru. Sekalipun para negosiator berada di ruang yang sama, komunikasi

dari satu pihak ke pihak lainnya bisa terjadi bak mengirimkan signal asap

dan angin yang kencang. Apabila kedua belah pihak berbicara dengan

bahasa yang berbeda, maka kemungkinan maka kemungkinan terjadinya

salah pengertian menjadi bertambah besar.

Agar negosiasi berjalan dengan sukses pihak-pihak yang bernegosiasi

haruslah termotivasi untuk melakukan kolaborasi bukan kompetisi. Mereka

harus commetted terhadap suatu tujuan yang menguntungkan kedua belah

pihak, bukan hanya memperhatikan kepentingannya sendiri. Akhirnya mereka

harus mau melakukan hubungan antar manusia yang lebih dapat diterima,

bukannya persetujuan, lebih terbuka untuk dapat dipercayai pihak lainnya,

bukannya sikap menghindar atau defensif, lebih fl eksibel (tetapi teguh dalam

pendirian), bukannya sikap keras kepala tetapi menyerah. Dalam bernegosiasi

selalu menggunakan berbagai taktik, taktik negosiasi diartikan sebagai

manuver-manuver yang dibuat pada titik-titik tertentu. Proses negosiasi

misalnya: ancaman, gertakan, dan penawaran limit (kesempatan terakhir

penawaran).


Jika materi/bahan ini berguna bagi anda silahkan copy, dan tolong anda klik iklan yang ada sebagai Donasi/sumbangan anda.


0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes