Sabtu, 05 Desember 2009

Negosiasi sebelum terjadi transaksi

Negosiasi sebelum terjadi transaksi
Barang atau jasa sudah menjadi bagian dari aktivitas manusia sejak jaman
purbakala sampai sekarang. Kemampuan bernegosiasi lebih dibutuhkan dalam
dunia bisnis yang bergerak cepat dan penuh dengan persaingan ketat seperti saat
ini. karena disamping memberikan hasil lebih memuaskan, melakukan negosiasi
akan sangat menyenangkan bila kita mengetahui caranya.
Dalam proses negosiasi, penjual menawarkan lebih dari jumlah yang sebenarnya
ia harapkan. sementara pembeli akan menawar lebih rendah dari harga yang berani
ia bayarkan. Dua kepentingan tersebut jelas bertolak belakang, tetapi jangan
sampai perbedaan kepentingan itu menyebabkan kita bertutur kata atau bersikap
yang dapat menyakiti lawan bicara. Apabila hal itu terjadi, pasti akan menimbulkan
perselisihan atau pertengkaran. sehingga pada proses tersebut diperlukan sikap
yang berorientasi pada hasil. Orientasi tersebut akan menjaga sikap dan tutur kata
kita. Semakin tinggi hasil yang ingin kita capai, akan semakin baik sikap dan tutur
kata kita. Sehingga pada akhirnya kedua belah pihak sama-sama mendapatkan
kesepakatan atau hasil.
Salah satu ciri yang menonjol dari konsumen yang berbelanja adalah “Senang
tawar menawar”. Mereka akan merasa puas jika berhasil menawar barang serendah
mungkin. Ciri lain adalah anggapan bahwa pada dasarnya semua pedagang
penipu, tidak jujur, dan mau untung sendiri. Akibat anggapan ini, konsumen selalu
ingin meyakinkan bahwa barang yang dibelinya adalah sesuai dengan harga yang
mereka perkirakan.
Berdasarkan pengenalan terhadap ciri-ciri konsumen tersebut, maka setiap
pedagang yang ingin laris haruslah pandai menetapkan harga yang wajar tetapi
masih bisa dilakukan tawar menawar. Disamping itu, mampu menjelaskan bahwa
barang yang ditawarkannya memang dibutuhkan konsumen dan sesuai dengan
harganya. Disinilah pentingnya seorang pedagang menguasai teknik-teknik untuk
memenangkan tawar menawar atau negoisasi.
Di dalam proses negoisasi kita perlu melakukan persiapan sebelum memasuki
tahapan-tahapan yang akan dilalui, beberapa persiapan yang perlu dipelajari adalah
melakukan pendekatan kepada calon pembeli dengan mengingat keinginan umum
naluri dari manusia, yaitu:
a. Naluri manusia suka dihargai
Sebelum melakukan negoisasi kita harus menempatkan; kedudukan calon
pembeli sebagai tamu agung yang harus dihormati dan dihargai. Sambutlah
calon pembeli seperti kita menyambut tamu agung.
b. Naluri manusia senang dipuji
Pada umumnya manusia senang dipuji, tetapi pujian yang berlebihan atau
tidak tepat caranya maka pujian akan dirasakan sebagai penghinaan. Namun
pujian merupakan salah satu pendekatan yang dapat memperlancar jalannya
negoisasi jika tidak dilakukan berlebihan.
c. Naluri manusia dianggap penting
Orang akan senang jika dirinya dianggap penting/diperlukan dan sebaliknya
jika disepelekan akan marah/benci, maka perlu pelayanan yang cepat dan
sungguh-sungguh.
Dari persiapan tersebut, penjual harus mampu mengadakan dialog, sebelum
melakukan dialog kita harus mengenal terlebih dahulu produk yang akan dijual
secara terperinci dan kenalilah calon pembeli dan hadapilah sesuai dengan
keadaannya. Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah:
o Ucapkanlah setiap kalimat dengan jelas, sehingga kalimat yang kita ucapkan
dapat dimengerti oleh calon pembeli.
o Dengarkanlah baik-baik setiap pertanyaan yang diajukan calon pembeli dan
tanggapi dengan senang hati serta terarah sesuai dengan keinginannya.
o Jauhkan/hindarilah suasana formal dan kaku, ciptakanlah suasana yang
menyenangkan dan tidak berdebat karena negoisasi bukan untuk saling
menjegal tetapi untuk mencari titik temu.
o Tataplah muka calon pembeli/lawan bicara dengan tenang sehingga kita dapat
melihat keadaannya; pelajari apakah ia senang atau tidak senang dengan
pembicaraan atau akhiri saja.
o Beri kesempatan calon pembeli untuk mengemukakan pendapatnya berkenaan
barang yang ditawarkan.
o Cari solusi agar negoisasi dapat mengambil keputusan yang terbaik dan
menguntungkan semua pihak.
o Jika terjadi kesepakatan tuangkanlah secara tertulis hasil negoisasi tersebut
sebagai bukti terjadinya negosiasi.

Jika materi/bahan ini berguna bagi anda silahkan copy, dan tolong anda klik iklan yang ada sebagai Donasi/sumbangan anda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes