Sabtu, 05 Desember 2009

Metode Negosiasi

Metode Negosiasi
Ada beberapa negosiasi menggunakan metode strategi kuat, strategi lunak,
strategi tidak kuat dan tidak lunak, artinya:
a. Negosiator yang lunak berusaha menghindari konfl ik pribadi sehingga
dengan mudah ia memberikan konsesi-konsesi agar dicapai kesepakatan.
Ia menginginkan pengatasan masalahnya dengan cara damai yang pada
akhirnya ia merasakan kepahitan karena telah dieksploitir oleh pihak
lawan.
b. Negosiator yang keras melihat setiap situasi sebagai adu kemauan, dimana
pihak yang mengambil posisi yang ekstrem atau bertahan lebih lama
akan lebih mendapat keuntungan. Ia menginginkan kemenangan, namun
sering kali ia mengadapi respon yang sama kerasnya dari pihak lawan.
Hal ini akan sangat melelahkan dan dapat menguras sumber-sumber yang
dimiliki. Strategi standar yang ketiga berada antara kedua pilihan itu, tetapi
setiap cara itu mengandung upaya jual-beli antara mendapatkan apa yang
diinginkan dengan hidup rukun dengan orang-orang lainnya.
c. Negoisator yang tidak keras tetapi tidak pula lunak. Metode yang
dikembangkan Proyek Negosiasi Harvard ini menentukan permasalahan
berdasar urutan kepentingannya dan bukan proses tawar-menawar
yang difokuskan pada apa yang dikemukakan oleh pihak lawan untuk
bisa diterima atau tidak diterima pihak lainnya. Cara ini mengarah pada
upaya bilamana mungkin semua pihak yang terlibat bisa mendapatkan
keuntungan. Jika arah kesepakatan bertentangan dengan kepentingan
Anda, Anda dapat memaksakan agar kesepakatan itu hendaklah berdasar
pada standar yang adil yang terbebas dari keinginan berbagai pihak yang
terlibat.
Metode negosiasi yang berprinsip ini keras dalam hal urutan kepentingannya,
namun lunak dalam hubungan antar manusianya. Metode ini tidak menggunakan
cara-cara tipuan. Metode ini menunjukan pada Anda bagaimana cara
memperoleh apa yang menjadi hak Anda, namun tetap berada dalam batasbatas
yang tidak bertentangan dengan norma-norma umum.
Betapapun Anda memahami kepentingan pihak lawan, betapapun Anda
menemukan cara untuk mempertemukan kepentingan berbagai pihak, dan
betapapun Anda sangat menghargai hubungan yang sedang berjalan, namun
Anda hampir selalu dihadapkan pada kenyataan yang tidak menyenangkan,
yaitu adanya pertentangan kepentingan. Sekalipun kita berbicara tentang
strategi dimana semua pihak yang terlibat meras menang (win-win strategy),
kita tetap tidaki bisa mengabaikan kenyataan itu.yang khas para negoisator
berusaha untuk menghilangkan konfl ik itu dengan melakukan tawar-menawar
(positional bargaining) yaitu dengan mengemukakan apa yang mereka inginkan
dan apa yang tidak diinginkan. Upaya untuk merekonsiliasikan keinginankeinginan
itu dapat berdampak biaya besar. Tidak ada negosiasi yang mungkin
dicapai secara efesien dan damai apabila Anda mematok harga mati yang
bertentangan dengan keinginan pihak lawan Anda. Yang bijaksana adalah
apabila Anda komit terhadap upaya pencapaian kesepakatan yang didasari
prinsip-prinsip, bukan tekanan-tekanan.

Jika materi/bahan ini berguna bagi anda silahkan copy, dan tolong anda klik iklan yang ada sebagai Donasi/sumbangan anda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes