Sabtu, 05 Desember 2009

Pengetahuan tentang produk

Pengetahuan tentang produk
Seorang pramuniaga/tenaga penjualan yang berperan menjadi seorang
negosiator haruslah memahami dan mengetahui tentang produk yang perlu yang
dijualnya. Berikut ini disajikan pengetahuan tentang produk yang secara umum
perlu dikuasai para pramuniaga/ tenaga penjualan:
• Informasi tentang latar belakang produk,
• Penampilan Produk,
• Komposisi atau campuran komponen Produk,
• Proses Pembuatannya dan Penggunaannya,
• Cara pemeliharaan dan umur pemakaian.
1. Latar belakang produk
Pengetahuan tentang latar belakang produk merupakan pengetahuan minimal
yang harus dikuasai setiap pramuniaga /tenaga penjualan.
a. Karakreristik Produk
Defi nisi produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar dan
dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kepuasan konsumen tidak hanya
mengacu pada bentuk fi sik produk, melainkan satu paket kepuasan yang
didapat dari pembelian produk Kepuasan tersebut merupakan akumulasi
kepuasan fisik, psikis, simbolis, dan pelayanan yang diberikan oleh
produsen.
b. Aspek produk
Ada tiga aspek produk:
• Bertujuan pada manfaat
o Manfaat penggunaan
o Manfaat psikologis
o Manfaat dalam mengatasi masalah.
• Visualisasi produk
o Atribut dan keistimewaan produk
o Kualitas produk
o Corak produk
o Kemasan dan label produk
o Merk.
• Menambah nilai produk
o Garansi
o Kemudahan Instalasi
o Pengiriman
o Ketersediaan di pasar
o Layanan purna jual.

c. Klasifi kasi Produk
Manajemen produk meliputi pengembangan taktik dan strategi untuk
meningkatkan permintaan pasar melalui siklus hidup produk.
Salah satu teknik yang cukup bagus untuk memahami produk
adalah Aspinwall Classifi cation System. Yang mengelompokkan produk
menggunakan lima variabel penilaian:
• Replacement rate – Seberapa sering produk tersebut dipesan ulang
oleh pengecer.
• Gross margin – Berapa besar rata-rata keuntungan yang dihasilkan
oleh tiap produk.
• Buyer goal adjustment – Seberapa besar rentang segmen konsumen
yang bisa dicapai.
• Duration of product satisfaction – Seberapa lama produk tersebut
bermanfaat bagi pembeli.
• Duration of buyer search behaviour – Berapa lama konsumen tetap
mencari dan membeli produk.

d. Diferensiasi Produk
Dalam pemasaran, diferensiasi produk adalah kegiatan memodifi kasi
produk agar menjadi lebih menarik. Diferensiasi ini memerlukan penelitian
pasar yang cukup serius karena agar bisa benar-benar berbeda, diperlukan
pengetahuan tentang produk pesaing. Diferensiasi produk ini biasanya
hanya mengubah sedikit karakter produk, antara lain kemasan dan
tema promosi tanpa mengubah spesifi kasi fi sik produk, meskipun itu
diperbolehkan.
Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning
yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju.
Jika pasar melihat perbedaan produk Anda dibanding produk pesaing,
Anda akan lebih mudah mengembangkan marketing mix untuk produk
tersebut. Diferensiasi produk yang berhasil adalah diferensiasi yang
mampu mengalihkan basis persaingan dari harga ke faktor lain, seperti
karakteristik produk, strategi distribusi atau variabel-variabel promotif
lainnya. Kelemahan dari diferensiasi adalah perlunya biaya produksi
tambahan dan iklan besar-besaran.
e. Spesifi kasi produk, adalah keterangan dari pihak produsen (bukan pemasok)
yang menerangkan mengenai produk tersebut, asal-usulnya (bahan baku)
cara pembuatan (alur proses) dan segala hal yang menyangkut produk
tersebut.
f. Price Lining adalah kegiatan dimana Anda menggunakan batasan harga
untuk seluruh produk dalam satu lini. Teknik ini biasa digunakan oleh toko
yang menggunakan satu harga untuk seluruh produknya semisal toko
serba lima ribu dimana seluruh barang yang dijual di toko tersebut berada
dalam kisaran harga lima ribu.

2. Penampilan Produk
Untuk produk tertentu seperti pakaian, mobil, meubel, rumah dan
kantor dan barang cetakan calon pembeli akan mempertimbangkan
penampilannya, termasuk dalam penampilan tersebut adalah mode, desain,
dan warna. Kecocokan disain dan warna produk seringkali menjadi faktor
penentu pembeli membeli barang. Pengetahuan pramuniaga/tenaga penjual
tentang mode, warna, desain dan trend perkembangan desain dan warna
produk di masyarakat sangat berguna bagi pramuniaga/tenaga penjual
dalam membantu calon pembeli memantapkan pilihan. Pengetahuan
tentang penampilan produk juga penting peranannya dalam keberhasilan
presentasi penjualan para pramuniaga/tenaga penjual.
3. Komposisi Produk
Pengetahuan tentang koposisi komponen produk akan membantu
pramuniaga/tenaga penjual dalam mengutarakan keistimewaan produk.
Sebagai contoh peralatan memasak yang terbuat dari aluminium dapat
menyerap panas api dengan cepat. Disamping itu berat aluminium hanya
sepertiga dari berat bahan metal lain seperti besi atau tembaga. Pengetahuan
pramuniaga/tenaga penjual tentang bahan yang dipergunakan untuk
membuat peralatan memasak dapat mempermudah mereka menjelaskan
keistimewaan produk tersebut kepada para pemilik rumah makan, hotel
atau asrama yang membutuhkannya.
4. Proses Pembuatan Produk
Di samping bahan baku dan pembantu, mutu produk dipengaruhi oleh
proses pembuatan, pengawasan mutu (quality control) dan inspeksi pada
akhir proses produksi.
Dengan pengetahuan dasar tentang proses pembuatan produk itu,
mereka diharapkan dapat menjelaskan kepada calon pembeli mengapa
harga produk perusahaan mereka lebih tinggi (atau lebih rendah)
dibandingkan dengan produk saingan. Mereka juga dapat memberikan
penjelasan tantang hal-hal yang bersangkutan dengan jadual pengiriman
barang pesanan.
5. Penggunaan Produk
Tidak dapat ditawar lagi pramuniaga/tenaga penjual harus mengetahui
pengetahuan lengkap tentang kegunaan produk yang mereka perdagangkan.
Apalagi kalau produk mempunyai berbagai macam kegunaan atau manfaat.
Disamping itu, mereka juga harus mempunyai pengetahuan tentang
bagaimana mempergunakan produk. Sebagai contoh pramuniaga/tenaga
penjual yang memperdagangkan gergaji (chain saw) yang dipergunakan
perusahaan kehutanan harus tahu kecepatan gergaji itu memotong pohon.
Mereka harus dapat mendemonstrasikan penggunaan gergaji tersebut
dengan baik. Selanjutnya mereka wajib mengetahui suku cadang apa yang
perlu ikut dibeli, bagaimana pula cara membongkar pasang mata rantai
gargaji.
6. Pemeliharaan Dan Umur Teknis Produk
Seorang pramuniaga/tenaga penjual harus mengetahui perkiraan
umur teknis produk mereka. Hal itu disebabkan karena calon pembeli ingin
mengetahui apakah jangka waktu penggunaan produk yang akan dibeli
sepadan dengan jumlah uang yang akan mereka keluarkan. Seorang
pramuniaga/tenaga penjual wajib mengetahui hal-hal yang bersangkutan
dengan layanan purna jual, jangka waktu jaminan produk, kerusakan apa
saja dijamin perusahaannya, bengkel mana yang dapat menerima reparasi
jaminan. Disamping itu mereka dapat memberi penjelasan kapada pembeli
bagaimana cara pemeliharaan rutin dan reparasi kecil-kecilan produk.
7. Standar mutu produk
Menganalisis produk barang atau produk jasa yang akan dijual
merupakan hal sangat penting karena dengan analisis produk yang
tepat akan diketahui kelemahan dan kekurangan dari produk tersebut.
Ada dua analisis yang dapat dilakukan atas barang dan jasa yang akan
dipasarkan yakni analisis produk itu sendiri (mutu, dan kualitas produk)
dan pengklasifi kasian produk atau jasa yang akan dipasarkan (dari segi
kuantitas produk). Untuk menganalisis terhadap mutu produk yang akan
dijual dapat dinyatakan sebagai berikut:
a Sample
Adalah merupakan mutu suatu produk dengan cara memperlihatkan
salah satu contoh mutu barang yang akan dijual, biasanya untuk barang
barang yang yang sukar disebutkan kualitasnya hingga membutuhkan
pembuktian, untuk memastikan antara yang asli dan yang palsu dan
tentu saja harusdengan cara offerte dengan menggunakan monster.
b Dengan menyebutkan tipenya
Adalah dengan menjelaskan mutu suatu produk dengan cara
menyebutkan tipenya. Misalnya pada komputer pentium 1, pentium 2,
pentium 3 atau pentium 4. dengan menyebutkan tipenya saja sudah
dapat diketahui mutu dari masing-masing komputer tersebut.
c. Dengan menyebutkan keterangannya
Adalah menjelaskan mutu produk dengan menyebutkan keterangan
yang umum telah mengetahuinya, misalnya dengan menyebutkan
nama produsennya.
d. Dengan menyebutkan namanya.
Adalah menjelaskan mutu suatu produk dengan menyebutkan
namanya saja yang sudah dikenal banyak orang, misalnya Batik Solo,
Beras Cianjur.
e. Dengan menyebutkan pembuatanya.
Adalah menyebutkan mutu suatu produk dengan cara menyebutkan
pembuatannya, baik bahan yang digunakan maupun peralatan
pembuatan. Hal ini bisa diterapkan untuk menjelaskan kelebihan dan
kekurangan suatu produk pada departemen yang sama.
Khusus untuk mutu produk jasa sangat dipengaruhi oleh:
• Pemilihan personal.
• Standarisasi proses operasional, dan Pemantauan kepuasan
pelanggan/konsumen.

Jika materi/bahan ini berguna bagi anda silahkan copy, dan tolong anda klik iklan yang ada sebagai Donasi/sumbangan anda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes