Minggu, 04 April 2010

Macam-Macam Penetapan Harga

Macam-Macam Penetapan Harga
Penetapan harga produk ada beberapa macam, di antarnya adalah sebagai
berikut.
a. Penetapan Harga Fleksibel
Kunci utama dalam penetapan harga fl eksibel adalah kelenturan atas
kesediaan untuk memotong harga demi mempertahankan bagian pasar.
Kelenturan dalam penetapan harga produk, misalnya adanya kebijakan
untuk tidak menerapkan adanya ada tambahan harga atau biaya.
b. Penetapan Harga Diferensial (Differential Pricing)
Penetapan secara diferensial adalah perhitungan harga pokok untuk
sejenis produk yang diperhitungkannya atas dasar biaya-biaya yang
berbeda-beda, sehingga terjadi beberapa harga pokok yang besarnya
berbeda satu sama lainnya. Penetapan harga diferensial pada umumnya
menekankan pada dasar pertimbangan pada permintaan konsumen.
c. Penetapan Harga Mark-up
Penetapan harga secara mark up adalah dengan menetapkan harga jual
dilakukan dengan cara menambahkan suatu persentase tertentu dari total
biaya variable atau harga beli dari seorang pedagang (supermarket).
d. Penetapan Harga Cost plus (Cost plus pricing)
Penetapan harga cost plus yaitu penetapan harga jual dengan cara
menambahkan persentase tertentu dari total biaya.
e. Penetapan Harga Sasaran (target pricing)
Penetapan harga sasaran, harga jual produk dapat memberikan
tingkat keuntungan tertentu yang dianggap wajar. Penetapan harga ini,
akan memberikan target keuntungan pada suatu tingkat total biaya dengan
suatu volume produksi standar yang diperkirakan.
f. Penetapan Harga Rata-rata (going rate pricing)
Penetapan harga ini, dengan alasan perusahaan mengalami kesukaran
dalam mengukur biaya, dan kesulitan untuk mengetahui reaksi dari para
pembeli dan saingan. Akhirnya daripada mengganggu keseimbangan harga
di pasar lebih baik mengikuti harga yang berlaku di pasar.
g. Penetapan Harga Tender (sealed bid pricing)
Dalam penetapan harga ini, harga penawaran diajukan dalam
sampul yang tertutup, sedangkan pembeli dapat memilih penjual yang
dianggapnya mempunyai harga yang paling rendah dengan spesifi kasi
yang diharapkannya.
h. Penetapan Harga Break-even (Break Even pricing)
Dalam penetapan harga break even, perusahaan mengetahui
tentang bagaimana satuan produk itu dijual pada satuan tertentu untuk
mengembalikan dana yang tertanam dalam produk tersebut.
i. Penetapan Harga Rate of Return (Rate of Return pricing)
Kebijaksanaan penetapan harga ini untuk mencapai tingkatan
pengembalian investasi dan merupakan kebijaksanaan yang banyak
dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar.
j. Penetapan Harga oleh Pedagang
Penetapan harga ini, ditetapkan oleh para pedagang dengan cara
menambahkan suatu selisih (margin) harga tertentu di atas harga
pembelian yang dibayarnya kepada penjual/produsen. Jumlah margin
(selisih) harga pembelian akan mereka terima dari berbagai macam barang
diharapkan dapat menutup seluruh biaya operasional, serta mengharapkan
ada laba.
k. Penetapan Harga oleh Produsen
Cara penetapan harga ini, yaitu dengan biaya pengadaan ditambah
margin oleh para produsen. Produsen merencanakan jumlah barang
yang akan diproduksi dan yang akan dipasarkan selama masa tertentu,
serta menghitung jumlah biaya bahan baku, pembantu dan biaya
pembuatannya.
l. Penetapan Harga biaya variabel
Penetapan harga biaya variabel didasarkan pada suatu ide bahwa
biaya total tidak selalu harus ditutup dalam menjalankan kegiatan bisnis
yang menguntungkan. Penetapan biaya variabel ini dapat dipakai untuk
menentukan dasar harga minimum.

2 komentar:

Ratu Priseilla mengatakan...

bisa dijelaskan tentang :
*orientasi persaingan
- penetapan harga rata - rata (going rate pricing)
- penetapan harga tender (sealed bid pricing)

tolong dijelaskan lebih lengkap.
terima kasih

Khairul Maddy mengatakan...

mohon maaf utk detail blm dapat saya uraikan disini. tapi inti seperti diartikel ini

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes