Minggu, 04 April 2010

Siklus Kehidupan Produk dan Strategi Pemasarannya

Siklus Kehidupan Produk dan Strategi Pemasarannya
Siklus kehidupan produk berarti tahap kehidupan produk mulai sejak produk
diciptakan, diperkenalkan sampai produk tersebut mengalami kejenuhan.
Siklus kehidupan ini terdiri atas 5 tingkatan.
a) Tahap introduksi (introduction)
b) Tahap pengembangan (growth)
c) Tahap kematangan (maturity)
d) Tahap menurun (decline)
e) Tahap ditinggalkan (abandonment)
Jangka waktu tiap tahap ini berbeda-beda pada setiap macam barang,
dapat diukur dengan mingguan, ataupun bulanan, tahunan atau puluhan tahun.
Seperti model pakaian, yang dinamakan fad (model yang tidak tahan lama)
dengan cepat akan hilang dari pasar. Tapi model mobil ada yang sanggup
bertahan lama.
Pada permulaan produk diperkenalkan ke pasar, penjulan masih rendah
karena pasar belum mengenal barang tersebut. Di sini perlu dilancarkan
promosi. Lebih rinci pada tahap introduksi ini dapat dilakukan strategi antara
lain:
a) Berusaha selalu memperbaiki penampilan produknya.
b) Menyebarkan barang sebanyak-banyaknya ke seluruh toko di seluruh
daerah. Tindakan ini disebut melakukan sell-in ke sebanyak mungkin toko
jika perlu dilakukan perlombaan di antara para penjual siapa yang terbanyak
mengunjungi toko untuk diisi maka tenaga penjual ini diberi hadiah.
c) Kemudian dilakukan sell-out dengan cara melancarkan promosi di mass
media secara gencar.
Kemudian setelah konsumen kenal maka akan banyak orang membeli,
pasaran makin luas, omzet meningkat cepat sekali (growth). Dalam keadaan
ini, pengusaha harus menyebarluaskan barang-barangnya, dan mengisi semua
toko yang mungkin dapat menjual produknya. Strategi yang digunakan dalam
masa pertumbuhan ini adalah:
a) Usahakan terus mencari segmen baru, menambah jumlah tenaga penjual,
menambah armada pengangkutan.
b) Selalu memperbaiki mutu produk dengan penampilan dan kualitas yang
prima.
c) Pertimbangkan strategi menurunkan harga untuk barang-barang yang
harganya tinggi.
Namun kemudian pasar menjadi jenuh dan timbul masa maturity. Konsumen
mulai merasa bosan, dan menunggu produk baru lagi. Dalam keadaan ini,
strategi yang dapat dilancarkan adalah:
1. Berusaha mencari segmen-segmen kecil yang belum terisi dengan harapan
dapat menarik konsumen baru.
2. Menciptakan produk dengan kemasan besar sehingga jumlah penjualan
tetap meningkat seperti minuman coca cola menciptakan botol isi 1 liter,
minyak goreng menciptakan kemasan 5 kilogram, odol menciptakan ukuran
besar.
3. Memperbaiki penampilan produk dengan sesuatu yang baru dengan
sedikit perbaikan pengusaha harus mencoba merubah product design
(gatra produk), dan merubah desain pembungkus atau memperbaiki mutu
produk menjadi produk yang lebih super, lebih putih, lebih bermutu, agar
konsumen tidak jenuh. Jika strategi ini tidak berhasil, maka akan timbul
masa penurunan (decline), omzet penjualan mulai menurun. Strategi yang
digunakan dalam masa decline ini adalah:
a) Jika gejalanya sudah parah anggaran promosi harus di stop.
b) Pusatkan perhatian pada pasar yang masih ada harapan sedangkan
pasar lainnya dihentikan.
c) Strategi terakhir ialah menghentikan pasaran produk secara
menyeluruh dan menciptakan produk baru untuk memulai masa
introduksi kembali.
Akhirnya jika semua tidak dapat diatasi maka produk tersebut akan
ditinggalkan oleh konsumen dan produknya hilang dari pasaran.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes