Minggu, 04 April 2010

Seni Menjual

Seni Menjual
Pengetahuan menjual dapat dikatakan sebagai ilmu, karena mendidik kita
secara teoritis dan melaksanakan dalam praktik. Jadi, antara teori dan praktek
merupakan suatu hal yang tidak bisa kita pisahkan, sebab praktek tanpa teori akan
mengalami berbagai kesulitan, dan bahkan mungkin akan gagal. Demikian pula teori
tanpa praktek tak akan ada manfaatnya. Beberapa ahli mengatakannya sebagai
ilmu dan beberapa yang lain mengatakannya sebagai seni. Pada pokoknya, istilah
ilmu menjual dapat diartikan sebagai berikut.
”Ilmu menjual adalah ilmu dan seni memengaruhi pribadi yang dilakukan oleh
penjual untuk mengajak orang lain agar sedia membeli barang atau jasa yang
ditawarkan”.
J.S Konox memberikan batasan ilmu menjual adalah:
”Ilmu menjual adalah suatu kemampuan atau kecakapan untuk memengaruhi
orang lain untuk memengaruhi orang supaya merasa mau membeli barang-barang
yang kita tawarkan dengan cara saling menguntungkan, meski sebelumnya tak
terpikirkan oleh calon pembeli untuk membeli barang itu tetapi akhirnya tertarik
untuk membelinya”.
Dengan adanya orang-orang yang mempunyai bakat istimewa dalam berjualan,
sehingga ia berhasil, timbul suatu pendapat bahwa ”salesman are born not mode“.
Artinya, seorang penjual yang berhasil karena ia telah dikaruniai bakat istimewa
sejak lahir untuk menjadi penjual yang berhasil.
Peranan penjual dalam membantu calon pembeli dalam memenuhi
kebutuhannya adalah sebagai berikut.
a. Membantu calon pembeli dalam mengenali kebutuhan-kebutuhannya dan
memberikan alternatif-alternatif produk yang dapat dibeli dalam memenuhi
kebutuhannya.
b. Menjelaskan kepada calon pembeli secara terperinci tentang produk yang
ditawarkan seperti, kelebihan, syarat, ketentuan penggunaan produk, syarat
pembayaran, dan sebagainya.
c. Memberikan nasihat-nasihat yang behubungan dengan kebutuhan calon
pembeli seperti efek samping penggunaan produk, hal yang harus dihindari
ketika menggunakan produk, hal-hal yang harus dilakukan ketika muncul
masalah dalam menggunakan produk, dan sebagainya.
d. Memberikan service (membantu memecahkan masalah yang dihadapi
pembeli yang berhubungan dengan produk yang dijual). Memberikan service
merupakan layanan purnajual yang dapat diberikan oleh penjual dalam
rangka meningkatkan kepuasan pembeli. Pelayanan purnajual akan memicu
terjadinya penjualan yang berkelanjutan, pembeli sangat mungkin akan menjadi
pelanggan.
e. Bertindak sebagai perantara komunikasi antara pembeli dan produsen kepada
konsumen. Pada sisi lain penjual juiga membantu menyampaikan tanggapan
yang disampaikan konsumen kepada produsen tentang produk yang mereka
gunakan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes